Minggu, 30 September 2012

The Little Lady Agency

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penulis   : Hester Browne

Kebanyakan orang yang memiliki kepribadian ganda, biasanya dikarenakan adanya gangguan pada mental si penderita yang diakibatkan oleh kejadian traumatis pada masa lalu penderita. Sehingga si penderita sendiri tidak menyadari hal-hal yang telah mereka lakukan ketika kendali dirinya diambil alih oleh kepribadiannya yang lain. Singkat kata munculnya kepribadian ganda ini biasanya terjadi secara tidak sengaja. Tapi bagaimana jika seorang wanita memiliki dua kepribadian yang saling bertolak belakang, dan itu disengaja olehnya. Sebelumnya, perlu saya sampaikan bahwa ini cerita chicklit, kisah romantis yang lucu, menggemaskan dan juga cerdas. Jadi jangan berharap ada kisah misteri yang membutuhkan seorang penyelidik untuk memecahkan suatu kasus.

The Little Lady Agency, memperkenalkan Honey sebagai pemilik, pengelola, pelaku bisnis yang bertujuan untuk membantu pria-pria kesepian di luar sana. Honey, berambut pirang, bertubuh penuh dengan lekuk, terbalut dengan pakaian-pakaian cantik dan seksi, dan yang paling penting Honey adalah wanita yang sangat percaya diri. Sebenarnya apakah itu The Little lady Agency ? Sebuah perusahaan jasa yang memberikan bantuan kepada para lelaki yang membutuhkan makeover penampilan, dari seorang pecundang yang dijauhi banyak gadis, menjadi laki-laki yang diinginkan oleh banyak gadis di pesta-pesta. The Little Lady agency, dengan agennya yang bernama Honey, memberikan jasa pendampingan bagi para pria single yang membutuhkan teman kencan di acara-acara pesta resmi maupun tak resmi keluarga dan teman mereka. Selama kontrak kerja berlangsung, Honey bisa menjadi kekasih, tunangan, atau bahkan istri dari pria manapun yang setuju untuk menggunakan jasanya. Namun, satu hal yang harus dipatuhi oleh para klien The Little Lady Agency, Honey tidak menerima jasa teman kencan di tempat tidur.

Dalam satu tahun terakhir Honey sudah berkencan dengan 50 cowok, 7 diantaranya pria gay, menikah sementara dengan 15 cowok lain, mengirimkan 70 kartu Mother’s Day kepada ibu-ibu yang berbeda, pernah menjadi pacar yang tinggal di rumah kekasihnya bagi 22 orang bujangan dan menjadi mantan pacar penuh dendam kepada tiga cowok yang ingin menjadi bujangan lagi, mentransformasi 43 pria pecundang menjadi pangeran dengan menyeret mereka ke toko-toko dan kursi tukang cukur dan yang terakhir menyelenggarakan 31 pesta yang amat sukses. Singkatnya, Honey adalah Mary Poppins yang menyelesaikan permasalahan pria-pria yang kurang beruntung akan sentuhan wanita pada kehidupannya.
 
Honey memang wanita idaman setiap pria. Tapi bagaimana dengan pribadi sesungguhnya yang memerankan tokoh Honey ini, apakah perempuan dibalik sosok Honey ini juga sama luar biasanya dengan tokoh bayangan yang dia ciptakan. Melissa Romney-Jones, perempuan malang yang baru saja dipecat dari perusahaan property tempatnya bekerja beberapa bulan terkahir ini, dan itu sudah yang kesekian kalinya dalam satu tahun terakhir. Baru saja putus cinta dari pacarnya yang ternyata menipunya puluhan ribu dollar untuk kemudian memilih hidup tanpa Melissa. Dan yang terburuk dari seluruh situasi yang telah menimpanya, Melissa terbelit hutang dalam jumlah yang sangat besar kepada ayahnya sendiri, yang sayangnya sangat kaya tetapi pelit untuk membelajakan kekayaannya demi putri-putrinya.

Ketika perusahaan tempatnya bekerja memutuskan untuk melakukan merger dengan perusahaan property asal Amerika, salah satu isu yang menggemparkan adalah perampingan jumlah pegawai, dan kenyataan itu mengantarkan Melissa menjadi salah satu pengangguran (lagi) di kota London. Setidaknya dia cukup beruntung karena rumah yang dia tempati saat ini disewanya dengan cukup murah dari teman baiknya yang saat ini tinggal bersamanya, namun bukan berarti dia terbebas dengan tagihan-tagihan lainnya seperti telepon dan listrik. Singkatnya dia harus tetap menghasilkan uang jika ingin tetap terus hidup dan terbebas dari hutang menyiksa yang membelit lehernya.

Sebagai seorang gadis yang terlahir dari kalangan menengah atas di kota London, Melissa Romney-Jones adalah putri seorang anggota senat Inggris, bersekolah di sekolah-sekolah keputrian kelas atas yang mendidik gadis-gadis muda untuk menjadi seorang Lady. Hal tersebut membantunya untuk bersosialisasi dengan masyarakat kelas atas London. Mudah bergaul, sangat menyenangkan, efisien, dan sangat cakap menangani masalah rumah tangga seperti layaknya seorang nyonya besar, namun satu hal yang tidak dimiliki oleh Melissa, yaitu rasa percaya diri. Dan anehnya Melissa tahu benar bagaimana menarik pria-pria brengsek yang hanya pandai memanfaatkannya demi keuntungan pria tersebut kemudian meninggalkannya dalam keadaan terbelit hutang dalam jumlah besar kepada ayahnya. Yang tentunya membuatnya semakin tidak berharga di mata keluarganya.

Di tengah rasa putus asa tersebut kemudian muncul suatu gagasan untuk mendirikan sebuah agensi yang bertujuan untuk menolong pria-pria malang yang selama ini tersisihkan dan tertekan di kalangan sosial kota London. Melissa memiliki segalanya untuk menarik perhatian dari lelaki, kecuali rasa percaya diri sebagai seorang Melissa Romney Jones. Karena itulah dengan berbekal sebuah rambut palsu berwarna pirang (karena rambut aslinya berwarna coklat) dan pakaian dalam seksi yang membuat tubuhnya berukuran 2 nomor lebih kecil juga satu set pakaian luar yang menawan, dalam sekejap Melissa yang canggung dan sangat tidak percaya diri berubah menjadi Honey yang cantik, seksi dan percaya diri. Setiap pria yang bergandengan dengan seorang wanita cantik berambut pirang di suatu pesta pasti akan menjadi rebutan wanita lain keesokan harinya.

Usaha kecilnya yang menguntungkan ini cukup berjalan dengan lancar, hingga pada suatu ketika Honey mendapat klien baru, seorang laki-laki menarik dari Amerika yang baru saja pindah ke kota London, yang membutuhkan jasa pendampingan untuk mengurus kehidupan sosialnya sebagai pendatang baru di kalangan sosial kota London. Jonathan Riley baru saja mengalami perceraian dengan mantan istrinya. Berada di negara asing yang mengharuskannya beradaptasi tanpa pasangan dalam kehidupan sosial baru cukup membuatnya tertekan. Oleh karena itu dalam kontrak kerja mereka diantaranya disebutkan untuk menjadi kekasih sementara sampai dengan si pria siap mencari kekasih yang sesungguhnya, menghadiri acara-acara sosial dan pesta-pesta teman baru sebagai pasangan kekasih, dan menyelenggarakan beberapa pesta. Hal-hal tersebut bukan hal yang sulit bagi Honey, jika saja pria tersebut bukanlah bos baru dari perusahaan property tempatnya bekerja dulu. Ketika tempat kerjanya yang dulu diakuisisi oleh perusahaan property dari Amerika, beberapa kebijakan baru telah dibuat, termasuk diantaranya hadirnya bos baru dari Amerika sebagai perwakilan dari perusahaan induk di New York, Amerika. Kontrak kerjanya dengan Jonathan Riley mengharuskan Melissa bertemu dengan teman-teman kantornya dulu, dalam samaran sosok Honey. Jika dia tidak ingin samaran Honey diketahui oleh orang lain dan klien-nya mengetahui siapa sebenarnya dirinya karena bagaimanapun Melissa masih harus menjaga nama baik keluarganya sebagai salah seorang keluarga yang berpengaruh di Inggris, maka Melissa harus sangat berhati-hati dalam memerankan tokoh Honey ciptaannya. Seolah hal tersebut belum cukup menyulitkan, ketika Jonathan Riley yang kaya raya, meminta jasanya selama satu minggu penuh selama batas waktu yang tidak ditentukan, bukan per jam seperti klien-klien yang lain. Yang artinya Melissa harus siap mendampingi Jonathan sewaktu-waktu, bahkan ketika jam kerjanya sudah usai dan dirinya menjadi Melissa Romney Jones yang canggung. Pengaturan waktu yang semakin semrawut, protes sahabat dekatnya Nelson yang mengkhawatirkan dirinya juga perasaannya yang semakin berkembang terhadap Jonathan Riley, membuat kehidupan Honey – Melissa semakin sulit. Di lain pihak sepertinya Jonathan juga mulai tertarik padanya, … atau kepada Honey ? Melissa harus memilih, untuk menjadi dirinya sendiri atau menjadi Honey, karena dia tidak bisa menjadi kedua-duanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar