Jumat, 17 Februari 2012

Duchess by Night

Penulis   : Eloisa James
Penerbit : Dastan Books


Beberapa minggu yang lalu, saya tak sengaja membaca salah satu novel yang ber-genre historical romance. Tak beberapa lama saya mulai tergila-gila membaca novel-novel romance lainnya yang berlatar belakang Inggris abad pertengahan. Rata-rata cerita dalam historical romance berkisah tentang kisah cinta para masyarakat kelas atas di Inggris. Kehidupan glamour para bangsawan Eropa dan  Inggris pada khususnya menjadi latar belakang utama dalam setiap cerita novel historical romance. Ketika perbedaan strata masyarakat masih menjadi issue utama di kalangan masyarakat Inggris masa itu, cinta sejati dapat menghapuskannya dan setiap tokoh utama dalam cerita-cerita tersebut berakhir dengan kehidupan pernikahan yang bahagia. Ceritanya memang terkesan tipikal dan memiliki pola yang sama, tapi saya rasa bagi pecinta buku, novel-novel tersebut bisa menjadi hiburan yang menarik. Membaca novel-novel ini membuat saya teringat dengan cerita Pride and Prejudice.

Duchess by Ngiht, bukan novel Historical Romance pertama yang saya baca, sebelumnya saya pernah membaca novel karya Lisa Kleypas yang berjudul Devil in The Winter. Hanya saja saya memang tertarik dengan novel yang satu ini karena alur cerita yang membuat sedikit berdebar-debar :).

Duchess of Berrow, seorang janda bangsawan yang bergelar Duke sudah 2 tahun ditinggal mati oleh suaminya. Kini dia memerintah di sebuah estate peninggalan suaminya. Cerita awal dibuka dengan pengadilan distrik dimana Duchess of Berrow menjadi hakim untuk memberikan hukuman yang pantas dan adil bagi pelanggar-pelanggar hukum di wilayahnya. 

Hampir selama masa pernikahannya Duchess of Berrow tinggal di desa, menjadikan Harriet alias Duchess of Berrow menjadi wanita yang membosankan dan tidak pandai bersenang-senang, tidak seperti kedua sahabatnya yaitu Duchess of Cosway yang gemar menghadiri pesta-pesta mewah di London dan Duchess of Beaumont yang kerap kali mengunjungi Paris untuk menyelenggarakan pesta-pesta private bagi para kenalan dan sahabatnya.

Berawal dari rencana salah satu sahabatnya Irene alias Duchess of Cosway, yang berusaha mati-matian menarik perhatian suaminya yang lebih suka menjelajah benua-benua Asia dan Afrika dibandingkan menemaninya di Inggris, Duchess of Cosway berniat membuat skandal dengan salah seorang duda playboy yang terkenal dengan kelakuan bejatnya. Dengan harapan setelah mendengarkan skandal memalukan tentang istrinya Duke of Cosway akan segera kembali pulang ke Inggris, untuk menyelamatkan istri dan nama baik keluarganya.

Jem Strange adalah seorang pria terkaya di seluruh Inggris, bahkan kekayaannya mampu membeli gelar bangsawan seorang Duke bahkan gelar Raja sekalipun. Sebagai tuan rumah Fonthill, Mr. Strange tidak pernah membatasi strata tamu-tamu yang akan berkunjung ke rumahnya, karena itu tamu-tamu Mr. Strange sangat beragam mulai dari bangsawan kelas atas, cendekiawan, artis teater bahkan sampai dengan wanita penghibur. namun ada satu syarat untuk bisa diterima di Fonthill, sang tuan rumah harus mengundang tamu yang akan berkunjung ke Fonthill.

Jem Strange menjadi pilihan pria yang tepat bagi Irene untuk memancing skandal di kalangan socialita kota London. Tinggal di Fonthill sudah merupakan tindakan yang memalukan menurut pandangan masyarakat kelas atas London, apalagi jika sampai berhubungan dengan si pemilik rumah yang terkenal mata keranjang tersebut. Dengan bantuan teman mereka Duke of Villiers yang juga seorang teman dari Jem Strange, Duchess of Cosway bertekad untuk mengunjungi Fonthill, namun rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh kedua sahabatnya Harriet, Duchess of Berrow dan Jemma, Duchess of Beaumont. Mereka tidak mengijinkan Irene pergi mengunjungi Fonthill berdua saja bersama Duke of Villiers, setidaknya salah satu dari mereka harus menemaninya. Namun tak ada satupun dari mereka yang berani mempertaruhkan reputasinya dengan memasuki Fonthill. Hingga muncullah suatu gagasan dari Harriet, bahwa dia akan menemani Irene pergi ke Fonthill, bukan sebagai seorang Duchess dari Berrow namun sebagai seorang pemuda tampan keponakan jauh dari Duke of Villiers yang bernama Harry Cope.

Permainan mereka bertiga pun dimulai. Harriet harus berusaha menjadi seorang laki-laki sejati, atau setidaknya tuan rumahnya harus percaya bahwa dirinya seorang laki-laki, jika dirinya ingin diterima dengan baik di Fonthill. Mr. Strange dengan mudah percaya bahwa Harriet adalah seorang laki-laki, walapun hanya dengan melihat dari penampilan Mr. Cope saja, Mr. Strange dapat menyimpulkan bahwa Harry Cope adalah seorang pria yang feminin. Bukan hanya itu saja, Mr. Strange juga mencurigai bahwa Harry Cope memiliki kecenderungan untuk menyukai sesama jenis mereka atau homo. Dengan mudah Harry Cope membangkitkan kecurigaan Mr. Strange tentang motif kedatangannya ke Fonthill, belum lagi dengan kehadiran seorang bangsawan bergelar Duchess bersama mereka. Tidak ingin rumahnya yaitu Fonthill dimanfaatkan oleh sebagian orang demi kepentingan pribadi mereka, Mr. Strange dengan terus terang menanyakan apa maksud kedatangan Mr. Cope ke Fonthill. Demi menyelamatkan penyamaran mereka Duke of Villiers akhirnya mengarang sebuah alasan bahwa Mr. Cope ingin melepaskan keperjakaannya di Fonthill, sebuah rumah yang penuh dengan surga dunia, mengingat banyaknya wanita cantik dan penggoda yang berkeliaran di dalamnya, baik itu artis ataupun wanita penghibur. Dan karena sikap feminisme Harry Cope yang sangat kentara, Duke of Villiers meminta bantuan Mr. Strange untuk membantu Mr. Cope menjadi seorang lelaki sejati, karena Mr. Strange terkenal dengan reputasinya sebagai lelaki hidung belang.

Harriet sadar bahwa rencana penyamaran mereka di Fonthill sudah berubah arah. Mr. Strange seharusnya lebih banyak bersama Irene, sesuai rencana mereka, namun kenyataannya dialah yang sehari-hari selalu bersama Mr. Strange. Sedangkan Jem Strange sendiri berpikir, untuk merubah Harry Cope  menjadi lelaki sejati, mereka harus banyak berlatih terutama latihan fisik, seperti berkuda dan bermain pedang, sesuatu yang seharusnya dengan mudah dikuasai oleh seorang pria.

Terjebak oleh keadaan yang mengharuskannya melakukan segala pekerjaan laki-laki, yang tidak pernah disangkanya akan dia lakukan sebelum datang ke Fonthill. Harriet harus berpikir tentang bagaimana membantu rencana sahabatnya Irene agar berhasil, disamping mati-matian mengikuti semua aktivitas fisik yang diharuskan oleh Mr. Strange. Namun, jauh didalam hatinya, Harriet alias Mr. Cope menyadari satu hal bahwa tuan rumah mereka Jem Strange adalah pria yang sangat menarik. Kebersamaan mereka setiap hari semakin membuat keadaan menjadi berbahaya dan tak terkendali. Bisa saja penyamarannya akan terbongkar atau sesuatu yang lebih buruk lagi dapat terjadi. Tiba-tiba saja terpikirkan olehnya bahwa, mungkin saja mereka akan berhasil membuat skandal di Fonthill ini, namun ini sebuah skandal yang berbeda, skandal tentang hubungan sesama jenis antara sesama laki-laki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar