Rabu, 26 Juni 2013

The Secrets of Immortal Nicholas Flamel : The Enchantress

Penulis   :  Michael Scott
Penerbit :  Matahati



The Enchantress adalah buku ke-enam dari serial The Secrets of Immortal Nicholas Flamel. Lebih dari 1 tahun lamanya sejak seri ke-lima serial fiksi fantasi ini diterbitkan. Melihat resensi yang tertulis di bagian belakang bukunya sepertinya The Enchantress adalah buku terakhir dari cerita perjalanan Nicholas Flamel beserta istri dan kawan-kawannya. tapi entahlah, saya sendiri baru membaca sepertiga bagian bukunya, dan kesan yang saya dapati bahwa di buku inilah beberapa misteri yang mengiringi kisah Nicholas Flamel dan yang lainnya akan terungkap.

Cerita dimulai dari terungkapnya kebenaran tentang orang tua si Kembar Emas dan Perak, yang ternyata adalah salah satu Tetua, mereka disebut sebagai Isis dan Osiris (nama dewa bangsa Mesir). Suatu fakta yang mengejutkan mengetahui bahwa orang tua si kembar bukanlah manusia yang selama ini dipercayai sebagai arkeolog yang bepergian ke pelosok-pelosok dunia untuk mencari sisa-sisa sejarah. Namun sebenarnya itu bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat teman dekat orang tua Sophie dan Josh Newman yang bernama Bibi Agnes sendiri bukanlah manusia biasa. Dia adalah Tsaglalal, salah satu manusia pertama yang dihidupkan oleh Promotheus (salah satu Tetua) dari tanah liat. Perempuan tua itu juga adalah istri dari Abraham Sang Magi, pemilik dan pembuat Codex. Sedikit saya ceritakan, bahwa setelah kehancuran Danu Talis dan perubahan Abraham Sang Magi yang membawanya pada kematian, Tsaglalal dan saudara laki-lakinya Gilgamesh memiliki tugas untuk menjaga dan mengamati kembar Emas dan Perak, Gilgamesh bertugas menjaga si anak laki-laki, sedangkan Tsaglalal bertugas menjaga yang perempuan. Itulah tugas mereka selama sepuluh ribu tahun hingga waktu yang ditentukan telah tiba.

Bisa saya katakan bahwa akhir cerita ini kembali pada permulaan, sepuluh ribu tahun yang lalu, sebelum Danu Talis hancur dan tenggelam, sebelum kembar Emas dan Perak menghancurkannya. dengan membuka gerbang/portal waktu Dr. Dee, Virginia Dare, Sophie dan Josh Newman kembali ke masa sepuluh ribu tahun yang lalu. Dan sambutan pertama yang mereka dapat adalah pertemuan Dr. Dee dengan majikan Tetuanya, Sang Isis dan Osiris, yang juga adalah orangtua si kembar, di alam bayangan bumi lebih dikenal sebagai pasangan Newman. Jika Tetua Isis dan Osiris adalah orang tua Sophie dan Josh Newman sesungguhnya, maka pertanyaannya adalah siapakah sebenarnya Sophie dan Josh Newman?

Ketika beberapa sekutu Nicholas Flamel terjebak di masa sepuluh ribu tahun yang lalu, pasangan Flamel, manusia abadi Niten dan beberapa Tetua yang memihak pada humani disibukkan oleh monster-monster yang terperangkap di Pulau Alcatraz. Walaupun pada buku sebelumnya mereka berhasil menggagalkan rencana para Tetua gelap yang ingin menciptakan teror pada manusia melalui monster-monster tersebut, namun bukan berarti bahaya sudah lewat. Waktu yang dimiliki pasangan Flamel kurang dari 24 jam, mereka kekurangan sekutu, sedangkan beberapa Tetua seperti Mars, Odin, Hel dan Promotheus telah banyak kehilangan kekuatan auranya bahkan terluka. Kabar baiknya mereka mendapat tambahan sekutu, musuh yang selama ini mengincar mereka, berbalik membantu.

Di Danu Talis sendiri situasi sedang memanas karena politik yang terjadi antar penguasa. Scatchath, Joan of Arc, Shakespeare, dan Palamedes terjebak dalam situasi yang tidak tepat. Masing-masing tokoh seperti sedang mengisi perannya masing-masing dalam peristiwa besar, menjelang kehancuran Danu Talis. Sepuluh ribu tahun yang lalu, Danu Talis belum hancur dan tenggelam, Abraham Sang Magi masih hidup, Danu Talis masih memiliki penguasa bernama Aten. Namun bagaimana cerita ini berakhir, apakah Danu Talis akan tetap hancur seperti yang seharusnya terjadi atau bisa diselamatkan?

Rabu, 19 Juni 2013

Gallagher Girls Series

Penulis    : Ally Carter
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama



Saat pertama kali melihat seri novel ini, oleh penerbitnya buku ini dikategorikan sebagai TeenLit (Chicklit versi remaja). Dalam bayangan saya isi/cerita dalam buku ini pastinya tidak jauh-jauh dari kisah percintaan remaja high school Amrik dengan segala suka dukanya. Mirip-mirip dengan serial Gossip Girls, Beverly Hills, atau Glee yang banyak menceritakan tentang kehidupan remaja Amrik pada umumnya. Ternyata ada satu nilai plus dari serial novel ini, yaitu ada unsur spy atau mata-mata dalam ceritanya, yang setidaknya agak memberi rasa yang berbeda dari novel-novel TeenLit yang lain. Bisa saya katakan kalau cerita dalam novel ini perpaduan antara serial Alias dan Gossip Girl. TV series Alias bercrita tentang kehidupan agen ganda CIA yang bekerja sebagai mata-mata di sebuah organisasi rahasia internasional, sedangkan Gossip Girls bercerita tentang kehidupan remaja (cewek) Amrik, nah pada Gallagher Girls ini perpaduan dari keduanya. Kisahnya tentang sekelompok remaja cewek yang bersekolah di sekolah khusus untuk mata-mata (spy) namun sebagaimana layaknya remaja cewek normal lainnya, kehidupan mereka pun tidak luput dari hiruk pikuk problem yang dialami remaja berumur belasan tahun, mulai dari pacaran dengan cowok keren, ciuman pertama dan kemudian putus cinta.

Gallagher Girls Series dalam versi aslinya sudah terbit dalam 6 buku, yaitu :

- Gallagher Girls #1, I'd tell you I love you, then I'd have to kill you
- Gallagher Girls #2, Cross my heart and hope to spy
- Gallagher Girls #3, Don't judge a girl by her cover
- Gallagher Girls #4, Only the good spy young
- Gallagher Girls #5, Out of sight, Out of time
- Gallagher Girls #6, United we spy

dan beberapa edisi tambahan :

- Gallagher Girls #5.5, Double crossed : A spies and thieves story
- Gallagher Girls #2.5, Heist society

Gallagher Academy, dari luar tampak seperti sekolah asrama putri untuk perempuan-perempuan kaya. Berlokasi di sebuah mansion berumur ratusan tahun milik seorang bangsawan bernama Gillian Gallagher, yang kemudian diubah menjadi sekolah, memiliki fasilitas mewah, taman indah, seragam mahal khas sekolah anak-anak orang kaya. Itulah yang diketahui orang pada umumnya. Yang sesungguhnya adalah 70% dari orang tua cewek-cewek yang bersekolah disana berprofesi sebagai mata-mata di seluruh organisasi intelijen di dunia seperti CIA dan MI6, sisanya adalah orang-orang ternama, terkenal dan terkaya di dunia. Dari luar cewek-cewek ini sama seperti remaja Amrik berumur belasan tahun lainnya, namun sesungguhnya itu adalah samaran mereka, sejatinya mereka adalah calon mata-mata, yang dididik untuk menjadi agen mata-mata.

Beberapa tokoh yang muncul di dalam novel ini adalah para cewek genius dan berbakat seperti Cammie, Bex, Macey dan Liz, mereka adalah siswi dari Gallagher Academy. Kemudian Rachel Morgan, Ibu Cammie sekaligus Kepalah Sekolah Gallagher Academy, Joe Solomon, guru kelas Operasi rahasian yang ganteng dan keren juga mempunyai rahasia dan sejarah yang kelam. Beberapa cowok yang terlibat hubungan asmara dengan Cammie seperti Josh, salah satu target/subyek Cammie dalam ujian akhir kelas operasi, dan juga Zach siswa Institute Blackthorne, sekolah khusus mata-mata untuk pria.

Cerita ini cukup lucu, menarik, dan menegangkan, mengingat sebagian buku bercerita tentang secret operation yang dilakukan tokoh-tokoh seperti Jason Bourne dan James Bond. Namun tetap dengan gaya bahasa ala TeenLit yang menggemaskan.

Selasa, 25 Desember 2012

A Bartimaeus Novel : The Ring of Solomon


Penulis             : Jonathan Stroud
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang novel ini adalah, yang pertama sesuai judulnya ‘The Ring of Solomon’ salah satu tokoh pemeran pembantu yang muncul di dalam cerita ini adalah Raja Solomon (sesuai sebutan Barat) atau bagi kita yang muslim mengenalnya sebagai Nabi Sulaiman. Tapi patut dicatat, kisah ini bukan menceritakan tentang Nabi Sulaiman sesuai kisah yang kita percayai dan tertulis dalam kitab suci, namun hanya sekedar nama dan kehebatan-kehebatannya yang diketahui orang pada umumnya.
Pada masa cerita ini berlangsung, Raja Solomon memiliki kerajaan yang besar, istana yang megah, wilayah kekuasaan yang luas mulai Mesir sampai dengan daerah Semenanjung Arab, dan satu lagi kehebatannya, mampu berbicara dengan binatang. Banyak yang berpendapat semua hal tersebut karena kekuatan sihir yang luar biasa besar yang dimiliki Raja Solomon yang bersumber dari cincin di jarinya.


Selanjutnya, mari kita mengenal pemeran utama dalam cerita ini. Dia adalah Bartimaeus. Tokoh utama buku ini adalah Jin kuno yang muncul pertama kali pada awal jaman kerajaan Sumeria. Jika dihitung sesuai saat cerita ini berlangsung kurang lebih 2000 tahun sebelumnya. Pada umumnya penampakan bangsa Jin menyeramkan dan menggetarkan manusia walaupun beberapa penyihir yang sangat ahli dalam mengendalikan mereka tidak mudah terpengaruh, sayangnya kebanyakan majikan (penyihir) Bartimaeus bukannya takut malah merasa jengkel dengan tingkah polanya yang cenderung kurang ajar. Dan dari sinilah cerita Bartimaeus ini bermula, kekurangajaran terhadap majikannya membawanya kepada Cincin Solomon.

Kamis, 01 November 2012

Memahami Cinta - Kahlil Gibran

... Aku menyucikan bibirku dengan api suci dan berbicara tentang cinta, tetapi ketika kubuka mulutku untuk berbicara, aku menjadi terbisu. Kahlil Gibran - Di Pintu Gerbang Sebuah Kuil

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang yang
Keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
Dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.


Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru,
Kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya,

tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku sendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari.

Surat dari Kekasih - Kahlil Gibran

Ones of Kahlil Gibran poems ...

Untukmu yang selalu Kucintai,
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepadaKu, bercerita,
meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukKu
walaupun hanya sepatah kata.
Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah
yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu....

Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja...
Tak sedikitpun kau menyadari Aku di dekat mu.
Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu,
tetapi engkau terlalu sibuk...

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau
berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari.
Namun dengan semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk
untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke
sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara
kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
sedikitpun menyapaKu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu
dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan,
tetapi engkau tidak melakukannya.....

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan
Aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu,
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya
seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, Aku
tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak,
hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati
makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu
dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.

Saat tidur Kufikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa
sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa karena mungkin
engkau masih belum menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu,
ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah..... engkau bangun kembali dan kembali Aku
menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan
memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu...
Tapi yang Kutunggu ... ah tak juga kau menyapaKu.
Subuh, pagi, siang, sore, malam dan subuh lagi

kau masih tidak mempedulikan Aku.
Tak ada sepatah kata, tak ada seucap doa, tak ada
pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU....
Apakah salahKu padamu ...?

Rezeki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan,
Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan,
Keselamatan yang Kukaruniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan,
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap
berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon
perlindunganKu, bersujud menghadapKu ... Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat,
Tuhanmu....