Peperangan membawa nasib buruk bagi pihak yang kalah. Diantara klan-klan di wilayah Tiga Negara, Klan Tohan adalah yang terkuat setelah Iida Sadamu berhasil mengalahkan Klan Otori dalam perang Yaegahara. Klan terbesar ketiga Klan Noguchi memilih menjadi sekutu Klan Tohan. Posisi ini lebih menguntungkannya, oleh sebab itu kedua klan tersebut membagi tawanan perang mereka. Anak gadis dari pemimpin Klan Maruyama diberikan pada Klan Tohan, sedangkan anak gadis dari Klan Shirakawa diberikan kepada Klan Noguchi.
Kaede berusia 7 tahun, ketika ayahnya mengantarkannya ke kediaman Lord Noguchi. Ketika usianya menginjak 15 tahun Kaede sudah terbiasa dengan kehidupan sebagai tawanan perang. Separuh hidupnya Kaede habiskan dengan berkeliaran sebagai pelayan. Dia tinggal di tempat para pelayan dengan melayani para prajurit dan penjaga kastil. Walaupun kedudukannya lebih tinggi dari semua orang di tempat tinggal itu, namun mereka masih tetap berbuat kasar dan menghinanya. Sebagian memang menganggap rendah Kaede, sebagian pelayan lainnya iri dengan kecantikannya. Semakin bertambahnya umur, tubuh Kaede semakin berkembang, menampilkan sosok wanita cantik yang membuat para lelaki di kastil Lord Noguchi tergiur. Tak hanya sekali atau dua kali, laki-laki tak bermoral itu berusaha menggodanya, bahkan ada yang berusaha menyudutkannya. Suatu ketika salah satu dari mereka tewas saat berusaha memperlakukannya dengan tidak senonoh. Kecantikan Kaede memang anggur bagi para lelaki yang menatapnya, namun dapat seketika berubah menjadi pedang tajam yang siap menghilangkan nyawa orang yang berusaha mendekatinya.


