Tampilkan postingan dengan label For Adult. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For Adult. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Maret 2014

Inferno



Inferno adalah buku ketiga Dan Brown yang telah saya baca, sebelumnya adalah The Digital Fortress dan The Lost Symbol. Walaupun dua buku Dan Brown lainnya yang menjadi best seller dunia dengan tokoh utama yang sama yaitu The Da Vinci Code dan Angel & Demon tidak pernah sempat saya baca, tetapi saya tetap menyempatkan untuk melihat versi layar lebarnya yang dibintangi oleh Tom Hank. Setelah terpukau oleh permainan plot cerita yang disuguhkan oleh Dan Brown dalam The Lost Symbol, ekspektasi saya terhadap Inferno tentunya sangat tinggi. Saya mengharapkan alur cerita yang tidak bisa ditebak, penulisan cerita dengan sudut pandang orang yang berbeda-beda, dan misteri yang dibawa oleh cerita itu sendiri setiap kali satu teka-teki terpecahkan yang kemudian membawa kepada teka-teki berikutnya. Namun, setelah saya menyelesaikan Inferno dalam waktu 3 hari, saya merasa buku Dan Brown yang terakhir ini tidak sespektakuler buku sebelumnya.


Inferno bercerita dengan sangat detail tentang sejarah karya seni dan bangunan abad pertengahan yang ada di Florence dan Venesia. Bahkan pada beberapa bab terakhirnya juga menjelaskan tentang beberapa bangunan bersejarah di Turki seperti Hagia Sophia. Namun, nuansa thriller yang memacu adrenalin para pembacanya yang biasanya muncul dalam buku karangan Dan Brown seperti The Digital Fortress dan The Lost Symbol kurang terasa dalam Inferno. Mungkin karena saya sudah beberapa kali membaca karya Dan Brown, sehingga sudah mengantisipasi akhir cerita Inferno dalam mengungkap pelaku/tokoh antagonis dalam cerita tersebut. Singkat katanya, Inferno tidak semengejutkan seperti yang saya kira sebelumnya karena kecurigaan awal saya mengenai pelaku sebenarnya dalam cerita Inferno terbukti benar.

Minggu, 29 April 2012

Pope Joan

Penulis    : Diana Woolfolk Cross
Penerbit  : Serambi


Sebuah masterpiece itu tidak harus dilabeli dengan harga selangit. Kadangkala dengan harga yang sangat terjangkau, secara tidak terduga ada novel-novel yang layak dijadikan koleksi karena memang cerita yang disampaikan bukan hanya sekedar 'bagus', tapi juga memberikan inspirasi. Sebuah novel yang saya temukan di sebuah obral buku murah di salah satu toko buku di Surabaya dengan harga 15.000 ribu saja. Menurut saya sangat tidak sebanding dengan kisah yang dituliskan. Novel Pope Joan adalah sebuah cerita fiksi sejarah, yang membutuhkan riset selama 7 tahun, walaupun ini merupakan novel pertama penulis tetapi berhasil menjadi International Best Seller. Bahkan novel ini juga diangkat ke sebuah layar lebar dengan judul yang sama.

Ini kisah tentang kegigihan seorang perempuan yang ingin memperjuangkan cita-citanya. Kecintaannya kepada ilmu pengetahuan membawanya pada jalan yang sulit dan berbahaya, pada masa itu (abad ke 9 M) perempuan masih menjadi masyarakat kelas dua dibawah kaum laki-laki, dimana kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan tertutup bagi mereka. Tokoh Joanna sendiri masih diperdebatkan keberadaannya, dalam resensi novelnya sendiri Pope Joan adalah satu-satunya Paus perempuan yang pernah memerintah Vatikan, namun oleh pihak gereja hal tersebut dibantah. Diantara literatur kepausan, ada satu sumber yang menyebutkan bahwa istana paus pernah dipimpin selama 2 tahun oleh seorang perempuan yang menyamar menjadi laki-laki. Beberapa peristiwa yang tertulis pada novel ini merupakan fakta yang tertulis pada sejarah, selebihnya merupakan hasil karya penulis untuk menggabungkan beberapa peristiwa bersejarah menjadi sebuah memoar/ kisah perjalanan seorang perempuan bernama Joanna.

Joanna anak terakhir dari tiga bersaudara, putri dari seorang imam gereja di sebuah desa kecil. Kecerdasannya melebihi kedua kakak laki-lakinya. Sayangnya bakat tersembunyi Joanna tersebut tidak didukung oleh orang tuanya, karena pada masa itu perempuan dilarang untuk memperoleh pendidikan. Dengan bantuan kakak laki-laki tertuanya, Mathias, Joanna belajar membaca dan menulis, sesuatu yang sangat langka terjadi pada saat itu. Setelah Mathias meninggal dunia, seorang cendekiawan yang menyadari bakat Joanna memberikan pelajaran privat. Dari gurunya itulah Joanna belajar bahasa latin dan bahasa yunani. Sayangnya kesempatan belajar Joanna hanya sampai 2 tahun, karena sang guru harus pergi ke Yunani. Ketika seolah kesempatan mencari ilmu baginya sudah tertutup, kcerdasan Joanna membuat kagum seorang Uskup dan menawarkan kepada Joanna untuk melanjutkan pelajarannya di sebuah sekolah miliknya bersama kakak laki-lakinya John. Di sekolah itulah dia bertemu dengan seorang bangsawan muda bernama Count Gerald tuan tanah Villares, yang menjadi bapak angkatnya selama beberapa tahun.

Hubungan yang tumbuh antara Joanna dan Count Gerald semakin lama berubah menjadi sepasang kekasih. Di usianya yang menginjak remaja, Joanna dipaksa menikah oleh seorang pemuda desa akibat dari kecemburuan sang Countess Villares (istri count) kepada Joanna. Namun sebuah tragedi terjadi, di tengah prosesi pernikahan Joanna, kota Villares diserbu oleh bangsa Viking. Seluruh penduduk kota tersebut terbunuh, kastil Villares dibakar bersama penghuninya. Pada peristiwa itu Joanna kehilangan kakak laki-lakinya John. Beruntung Joanna masih sempat bersembunyi, ketika penduduk yang lain dibantai oleh orang Viking, sehingga dia menjadi satu-satunya orang yang selamat dari peristiwa mengerikan tersebut. dalam upayanya untuk melindungi dirinya, Joanna merubah identitasnya dengan menggunakan identitas kakaknya yang telah meninggal. Nama Joanna sudah mati bersama dengan penduduk kota lainnya, dan yang tersisa sekarang hanya seorang laki-laki muda bernama John, yang kelak dikenal dengan nama Bruder John Anglicus.

Joanna mengambil resiko yang bisa membahayakan nyawanya setiap saat, dengan menyamar menjadi laki-laki dan masuk ke sebuah sekolah biarawan, yang kemudian menjadi seorang tabib hebat. Selama dua belas tahun dia tinggal di kastil biarawan, namun ketika dia menderita demam dan jatuh sakit, dia memutuskan untuk melarikan diri dari kastil tersebut dan pergi ke Roma, tempat tinggal Paus. Di Roma inilah Joanna berhadapan dengan intrik politik yang kejam. Dimana kekuasaan diperebutkan, pembunuhan dilakukan bagi siapapun yang menghalangi jalan memperoleh kekuasaan. Di istana Paus, Joanna kembali bertemu dengan Count Gerald, yang telah menjadi salah seorang panglima besar Kaisar. Setelah belasan tahun berhasil menyingkirkan sisi feminisnya, di tempat yang paling berbahaya, perasaan cinta yang dulu pernah bersemi kembali menyeruak di dalam tubuh seorang perempuan yang menjadi laki-laki, bernama John Anglicus.

Official Trailer Film Pope Joan : http://youtu.be/uPjzAgrMsfY   (youtube)


Kamis, 08 Desember 2011

The Blonde Lady

Penulis   : Maurice LeBlanc
Penerbit : Bukune


Pernah dengar tentang Arsene Lupin? Tokoh fiksi karangan Maurice LeBlanc yang berprofesi sebagai pencuri cerdik dan sangat lihai menghindari Kepolisian Perancis hingga menjadi musuh terbesar kepolisian negara menara eiffel tersebut. Kehebatan Arsene Lupin ini konon hanya bisa ditandingi oleh kecerdikan tokoh detektif Inggris Sherlock Holmes, karya Conan Doyle. Tokoh Arsene Lupin sendiri pertama kali muncul pada tahun 1905 dan kemudian dikenal sebagai pencuri ulung yang pintar menghilangkan jejak.


The Blonde Lady, menceritakan kisah pertarungan antara dua tokoh besar, si pencuri yang lihai Arsene Lupin dengan detektif terkenal dari Inggris Holmlock Shears (dalam tulisan Maurice LeBlanc si detektif Sherlock Holmes dikenal sebagai Holmlock Shears) tentu saja yang dibantu oleh sahabatnya Wilson (dalam buku Conan Doyle sahabat Sherlock Holmes bernama Dr. Watson).

Ada 3 kasus yang saling berkaitan dalam misteri kali ini. Yang pertama munculnya dua pemilik kupon lotere yang bernilai 1 juta franc dengan nomor 514 seri 23. Yang satu seorang Professor, dan yang satunya seorang lelaki yang mengaku bernama Arsene Lupin. Kedua-duanya mengklaim sebagai pemilik sah kupon undian, sedangkan pemilik asli nomor lotere tersebut telah meninggal dan telah menjual lotere bernomor 514 seri 23 kepada salah seorang dari pengklaim nomor lotere tersebut. Kasus ini berawal dari hilangnya sebuah meja mahoni tua yang baru saja dibeli oleh Professor di sebuah toko barang bekas untuk ulang tahun anak gadisnya. Kemudian diikuti dengan pengumuman nomor lotere yang memenangkan undian sebesar 1 juta franc. Sebuah kebetulan bahwa nomor lotere tersebut dimiliki oleh si Professor, namun sayangnya Professor tersebut telah kehilangan nomor lotere itu sebelum pengumuman pemenang lotere, hanya karena nomor lotere tersebut disimpan di dalam salah satu laci meja mahoni tua yang telah dicuri dari rumahnya. Anak gadis si professor secara tiba-tiba menghilang, dan beberapa orang melihat gadis itu pergi bersama seorang wanita berambut pirang. Arsene Lupin menawarkan untuk membagi hadiah lotere tersebut sama besar, sebagai gantinya professor bisa mendapatkan anak gadisnya kembali. Polisi perancis dikerahkan untuk memasang perangkap bagi Arsene Lupin, namun seperti kedatangannya yang tak terduga, Arsene Lupin juga bisa menghilang dengan tiba-tiba.

Kasus kedua muncul ketika terjadi pembunuhan di rumah seorang Baron, saat si pelayan menemukan majikannya tergeletak tak bernyawa dengan luka sayatan di leher, kamar sang baron terlihat berantakan, namun tak ada satu pun benda berharga yang hilang dari kamar tersebut, termasuk 13 cek bernilai masing-masing 1000 franc dan sebuah cincin berlian kuno berwarna biru yang selalu melingkari jari sang baron. Namun ketika si pelayan kembali ke kamar tersebut setelah meminta bantuan kepada polisi, kamar sang baron kembali rapi seperti sediakala. Satu kejanggalan muncul kemudian, seorang perawat wanita baron yang berambut pirang menghilang saat kejadian.

Kasus ketiga, adalah pencurian cincin berlian kuno berwarna biru warisan dari Sang Baron, yang sebelumnya telah dilelang dan dimenangkan oleh seorang Countess. Setelah digelarnya perjamuan makan malam di kediaman Sang Countess, cincin berlian berwarna biru tersebut tidak ditemukan di antara koleksi perhiasan milik Sang Countess. Padahal malam sebelumnya cincin itu masih melingkar di jarinya, dan hanya terlepas pada saat Countess memainkan piano pasca perjamuan makan malam. Polisi mencurigai seorang kanselir yang berada bersama Countess, saat wanita itu bermain piano. Setelah penguntitan selama dua minggu terhadap si kanselir, polisi perancis menggeledah rumah dan barang-barang si kanselir dan menemukan sebuah cincin berlian biru didalam sebuah botol bekas sabun. Baik Kanselir maupun Countess sama - sama bersikukuh dengan argumen mereka, bahwa salah satu diantara mereka telah berbohong. Namun, seorang inspektur polisi perancis bernama Ganimard menemukan bahwa, selain kanselir ada seorang teman wanita Countess yang juga berada bersama Countess malam itu. Seorang teman wanita berambut pirang yang berprofesi sebagai makelar perhiasan berlian. Sehari setelah berita kehilangan cincin berlian biru tersebut, wanita tersebut tidak ditemukan keberadaannya.

Ada seorang wanita berambut pirang dalam ketiga kasus tersebut yang selalu menghilang tanpa jejak. Kepolisian perancis mencurigai keterlibatan Arsene Lupin dalam ketiga kasus tersebut dan menduga bahwa wanita berambut pirang tersebut adalah asistennya. Seorang detektif dari Inggris diundang untuk memecahkan kasus sulit, dan menantang si pencuri ulung Arsene Lupin dalam waktu 10 hari untuk menangkapnya. Holmlock Shears dan Arsene Lupin beradu otak saling menebarkan perangkap untuk satu sama lain. Siapa yang memenangkan pertarungan tersebut ? Apakah Holmlock Shears berhasil menangkap Arsene Lupin ? Dan, siapa si wanita berambut pirang, yang selalu muncul dalam setiap kejadian perkara ?





Senin, 19 September 2011

Opik Sok Cool Nih !

Penulis   : Jurie G. Jarian
Penerbit : Mizania

Buku hasil karya anak bangsa pertama yang saya ulas di blog ini !
Mungkin juga karena komentar beberapa orang yang tentang genre favorit saya yang selalu itu-itu saja (fiksi fantasi), kali ini pengen kasih sedikit selingan. Kenapa menurut saya buku ini menarik, saya suka ide ceritanya walapun jenisnya tipikal kisah sinetron sih.

 Sesuai judulnya, pemeran utama atau tokoh utama cerita di novel islami ini adalah Opik. Siapa itu Opik ?
Cowok yang super keren. Bukan karena dia seorang model atau pemain sinetraon, karena memang Opik bukan keduanya. Bukan juga karena anaknya orang kaya dan lulusan luar negeri, karena Opik memang tidak kaya raya dan kuliah di salah satu Universitas kota Bandung. Opik keren karena kepribadiannya, karakternya yang cool, kalem, berwawasan luas juga bersahaja sebagai seorang cowok lulusan pesantren. Nah, karena ini kisah romantisme islami pastinya ada tokoh ceweknya. Buat yang menggemari drama Ketika Cinta Bertasbih, jangan mengharapkan sosok tokoh cewek seperti Ustadzah Anna atau Husnah di dalam buku ini. Disebut sebagai Bella, cewek metropolitan yang pernah sekolah di luar negeri ini pastinya memiliki kebudayaan, cara pandang yang sangat berbeda dengan Opik.

Berawal pertemuan di sebuah rapat kepanitiaan mahasiswa (kalo gag salah,lupa2 ingat) Bella pertama kali bertemu dengan Opik. Mungkin ini yang dibilang love at the first sight, karena sosok Opik yang tidak seperti cowok-cowok yang selama ini dikenal oleh Bella, maka dimulailah kisah kejar mengejar cewek super gaul dengan cowok sok cool ini. Bella sudah terbiasa dengan pendidikan dan budaya Amerika yang bebas, dan terbuka, dimana cewek memiliki kesempatan dan hak yang sama seperti cowok, begitu juga untuk urusan cinta. Cewek ngejar duluan, cewek nembak duluan, no problem buat Bella. Hanya saja ternyata Opik tipe makhluk yang benar-benar diluar pemahaman Bella. Menghadapi sikap agresif Bella dia cuek saja, padahal cowok-cowok lain teman satu jurusan sudah melotot sambil ngiler lihat Bella ber-seliweran di sekitar kampus Opik. Dengan pakaian ketat dan modisnya, penampilan Bella memang bukan sesuatu yang mudah ditolak bagi laki-laki pada umumnya, kecuali tentu saja, makhluk bernama 'Opik'!

Sebenarnya disinilah yang menarik dari novel ini, bagaimana seorang cewek super gaul dan modis, yang rela mati-matian berusaha menjadi sosok yang pantas bagi cowok yang dia rasa tepat untuknya. Perjuangan cinta Bella mengantarkannya lebih jauh untuk mendalami Islam (bukan hanya sekedar agama yang tertulis di KTP), membawanya pergi ke pesantren di kampung asal Opik, dan pada akhirnya menggugah hatinya untuk mulai bersikap layaknya muslimah dengan penampilan yang bersahaja. Setelah jatuh bangun mengejar Opik, apakah cowok super cool itu akhirnya jatuh hati kepada Bella ?

Opini pribadi : Saya sendiri bukan seorang 'cewek pengambil inisiatif', tapi jika ada seorang cewek yang rela melakukan seperti yang dilakukan tokoh Bella di kisah ini, patut diacungi dua jempol. Menjadi diri sendiri, dan berani memperjuangkan apa yang dianggap berharga bukan sesuatu hal yang mudah. ^__^

Senin, 27 Juni 2011

Kisah Jepang Klasik

Kisah jepang klasik sepertinya tidak pernah membosankan untuk diangkat dalam sebuah cerita novel. Sebut saja kisah Memoir of Geisha yang banyak bercerita tentang kebudayaan Jepang di masa lalu, atau tetralogi Klan Otori (buku pertamanya pernah saya ulas di blog ini) yang bercerita tentang perang antar Klan. Kali ini saya menemukan satu buku baru, yang jujur saja ... saya langsung jatuh hati dan terpikat untuk menyelesaikan cerita hanya dengan membaca resensi ceritanya. Judul buku tersebut adalah The Last Concubine  karya dari Lesley Downer.


Sedikit cuplikan saya tuliskan resensi cerita asli dari novelnya :

Kisah tentang seorang gadis petani yang menjejakkan kakinya di atas tandu emas dengan menjadi selir terakhir sang shogun. Ia berusaha menemukan jati dirinya di tengah intrik serta persaingan di istana para perempuan di kastil Edo, rumah dari 3000 perempuan dan hanya seorang laki-laki, sang shogun muda.
Namun, perang saudara memporak porandakan segalanya.
The Last Concubine adalah kisah kepahlawanan para samurai, keteguhan sikap para ronin, dan kesaksian seorang perempuan pada saat runtuhnya era Tokugawa.

Sebelumnya saya pernah membaca tentang kisah para ronin di dalam buku Kisah 47 Ronin. Seingat saya Ronin adalah sebutan untuk para samurai yang tidak lagi memiliki tuan. Berkisah tentang samurai pasti membuat kita teringat tentang film The Last Samurai, atau kisah sang bathosai Rurouni Kenshin.

The Last Concubine adalah kisah jepang klasik ke-4 yang saya baca. Semoga saya bisa membuat ringkasan ceritanya di blog ini.


Selasa, 17 Mei 2011

Digital Fortress ( Benteng Digital )

Penulis     : Dan Brown
Penerbit   : Serambi


Bagi yang mengenal karya-karya Dan Brown dari buku-bukunya The Da Vinci Code, Angel & Demon, Deception Point atau yang paling terakhir The Lost Symbol, Digital Fortress (Benteng Digital) ini sedikit berbeda dengan buku-buku Dan brown yang lainnya. Selain latar belakang ceritanya yang banyak berkisah tentang dunia programming dan intelijen, akhir cerita buku ini sedikit lebih mudah ditebak dibanding karya-karya Brown yang lain.

Seperti beberapa novel sebelumnya tokoh utama di dalam Digital Fortress adalah sepasang laki-laki dan perempuan. Walaupun tokohnya berbeda namun masih menyisakan latar belakang yang sama. Jika di layar lebar kita mengenal Tom Hanks (The Da Vinci Code) sebagai pemeran utama pria, seorang ahli per-simbolan, begitu pula di cerita ini, tokoh utama pria di Digital Fortress masihlah seorang Dosen disebuah universitas ternama di Amerika. David Becker, seorang dosen bahasa yang baru saja dipromosikan menjadi Kepala Departemen Bahasa Modern.  Susan Fletcher seorang ahli kryptografi dari NSA (National Security Agency). Sepasang kekasih ini yang sehari-harinya disibukkan dengan aktifitas di belakang meja, tiba-tiba selama beberapa jam terakhir harus berjuang untuk hidup dan mati.

Minggu, 27 Februari 2011

Perempuan Suci

Penulis     : Qaisra Shahraz
Penerbit    : Mizan


Ini sebuah kisah yang berlatar belakang sebuah kota kecil di negera Pakistan. Tentang seorang perempuan muslim yang terikat dengan tradisi keluarganya, mengharuskannya mengorbankan masa depannya, kebahagiaannya, dan juga rasa cintanya kepada seorang laki-laki, demi menaati keinginan ayahnya tercinta. Saya tidak bermaksud menceritakan sebuah kisah seperti Siti Nurbaya, atau Perempuan Berkalung Sorban, karena kisah yang tertulis di novel ini, menurut saya lebih menyedihkan daripada apa yang terjadi pada cerita-cerita semacam Siti Nurbaya.

Mengambil cuplikan resensi asli dari novelnya sebagai berikut :
" Terjadi di negeri Pakistan yang eksotis, novel yang banyak mendapatkan pujian ini memaparkan secara melodramatis peliknya realitas seorang perempuan yang hidup di tengah kungkungan tradisi yang dibangun oleh laki-laki".

Senin, 21 Februari 2011

Wicked Lovely (Pesona Yang Menawan)

Penulis   : Melissa Marr
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Ini cerita tentang manusia. Ini juga cerita peri. Tapi ini bukan cerita dongeng. Cerita seorang gadis bernama Aislinn. Hidup di kota kecil di pinggiran Amerika. Gadis yang seperti kebanyakan gadis lainnya, hanya satu hal kelebihan dan mungkin juga kutukan baginya. Dia bisa melihat peri atau makhluk lain di sekitar mereka. Kalau dalam kebudayaan kita, mungkin seperti melihat makhluk gaib. Peri-peri yang dilihatnya ini tidak selalu tampak dalam bentuk yang menyenangkan, walaupun mereka bisa membuat diri mereka tampak normal di depan manusia. Para peri ini berasal dari dunia yang berbeda, dunia faery, tapi peri-peri ini bisa berubah menjadi makhluk mortal seperti manusia selama mereka berada di dunia manusia.
Bagaimana dengan Aislinn, dia sangat takut dengan para faery ini, seperti yang selalu ditanamkan oleh neneknya sejak dia masih kecil, faery itu berbahaya, jadi aturan-aturan inilah yang selalu ditaati Aislinn.
Peraturan 1 : Jangan menarik perhatian faery
Peraturan 2 : Jangan bicara dengan faery
Peraturan 3 : Jangan tatap faery
Sederhana, namun itulah yang harus dilakukan untuk mempercayai sesuatu yang seharusnya ada menjadi tidak ada. Aislinn tahu faery itu ada, tapi dia harus berpura-pura bahwa mereka tidak nyata. Selama ini peraturan-peraturan sederhananya berhasil menjauhkannya dari masalah, hingga dia bertemu faery laki-laki itu.

Kamis, 17 Februari 2011

The Thirteenth Tale (Dongeng Ketiga Belas)

Penulis            : Diane Setterfield
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama

 
Saat pertama kali membaca judulnya, ada dua hal yang terlintas adalam pikiran saya. Yang pertama kata dongeng membawa saya pada cerita putri dan pangeran zaman dahulu dengan kastil tuanya yang megah dan mungkin ada nenek sihir atau monster jahat sebagai tokoh antagonis semacam snow white, sleeping beauty, beauty and the beast. Hal kedua yang terlintas di benak saya adalah penggunaan angka tiga belas, ah mungkin ini semacam dongeng yang menyeramkan, misterius, ketika kekuatan gelap menguasai hampir seluruh permukaan bumi dan hal-hal fantastis yang dapat dilakukan manusia biasa. Kemudian begitu saya membaca resensi buku di cover belakang, ternyata dapat saya simpulkan bahwa imajinasi saya terlalu berlebihan dalam menginterpretasikan sebuah judul, hahaha, but it’s ok, saya menganggapnya sebagai ekspektasi dari seorang pembaca. Oya catatan, I love its cover design.

Maka tersebutlah seorang tokoh bernama Margaret Lea, seorang penulis biography muda yang mendapatkan permintaan dari seseorang yang amat terkenal untuk menuliskan biographynya. Disinilah muncul Vida Winter, seorang penulis dongeng ternama yang sudah menerbitkan puluhan cerita dongeng dalam bentuk buku. Hingga pada suatu ketika Vida Winter merasa dirinya sudah sangat renta dan lelah dan memutuskan untuk mengabadikan kisah hidupnya dalam sebuah buku, buku terakhir dengan kisah yang diciptakan olehnya namun bukan untuk dituliskan olehnya, sebuah biography untuk dikenang oleh para penggemarnya.