Rabu, 30 Maret 2011

Komik Jepang

Mulanya saya ogah kalau disuruh beli komik jepang. Bukannya gag suka sih, jaman sekolah dulu saya termasuk yang maniak dengan komik jepang. Beberapa cerita seperti Samurai X, Detective Conan, Detective Kindaichi, Shinchan, Ninja Rantaro, Kung Fu Boy sempet jadi trendsetter komik masa itu. Hanya saja harganya tergolong mahal (Rp. 18.000,- s/d Rp. 30.000,- saat ini) untuk satu buku bergambar cerita pendek. Bandingkan dengan novel yang seluruh halamannya full text, bersih dari gambar. Tapi justru gambar di buku komik itulah yang membuat banyak pecinta komik terpikat. Banyak komik jepang yang gambarnya bagus-bagus. Mungkin ada yang ingat dengan awal kemunculan komik Jepang yang didominasi cerita-cerita cantik seperti Candy-candy, Pop Corn, Topeng Kaca, Mari Chan, Sailor Moon, dan yang lainnya. bahkan untuk serial Marichan sendiri ada beberapa seri. Pada jaman dulu (kalau tidak salah waktu itu saya masih SD) harga sebuah buku komik mencapai Rp. 6000,-. Makanya banyak persewaan buku komik jepang yang bertebaran, sayangnya kadangkala peminjamnya ini kurang bertanggung jawab. Beberapa bagian gambar di dalam bukunya ada yang dicoret-coret  atau digunting, bahkan ada yang halamannya disobek. Jika beruntung kita bisa meminjam buku komik berseri dengan lengkap, kadangkala ada juga yang seperti gigi ompong, beberapa nomor serinya hilang gara-gara peminjamnya tidak mengembalikan atau menghilangkan.


Favorit saya Komik Ninja Rantaro. Bukan cuma versi manga, animenya pun dibuat, bahkan sempat tayang di televisi Indonesia. Ceritanya kocak abis. Dengan tiga tokoh utama telur ninja (calon ninja) yang bernama Kirimaru (yang pelit) Shinbe (yang culun dan jorok) dan Rantaro (yang paling normal dan lumayan cerdas diantara mereka bertiga). Kesukaan saya yang lain Samurai X, kisah perjalanan hidup si bathosai bernama Kenshin Himura dalam membasmi kejahatan. Kedua judul komik ini memang berbeda cerita, tapi sebenarnya memiliki satu ciri khas yang seharusnya disadari semua pembaca dan pecinta komik Jepang. Kekonsistenan masyarakat Jepang dalam mengenalkan budaya bangsanya ke dalam sebuah buku bergambar. Hal yang sederhana, tapi ampuh untuk mempromosikan suatu kebudayaan. Bahkan bagi masyarakat awam di Indonesia yang tidak pernah pegi ke Jepang atau belajar di Jepang, bisa mengetahui sejarah bangsa Jepang. Bangsa Jepang juga suka sekali mengangkat cerita tentang festival budaya mereka (masyarakat Jepang memang hobi menyelenggarakan festival budaya). Beberapa hari yang lalu saya mencoba mencari kembali dua judul komik tersebut di toko buku Gramedia, ternyata memang sudah tidak dijual lagi.

Diantara beberapa komik-komik Jepang yang sudah beredar di Indonesia, saya rasa yang paling setia penggemarnya adalah Komik Doraemon dan Detective Conan. Nomor-nomor seri dua komik tersebut sampai dengan sekarang masih terpajang di rak-rak toko buku ternama di Indonesia (ex. Gramedia Bookstore). Ceritanya sendiri juga tergolong awet. Yang saya maksudkan awet disini, tokoh utamanya tidak pernah bertambah umur, walaupun jaman terus bergulir, Nobita dan kawan-kawannya masih tetap kelas 4 SD, sedangkan Conan (yang sebenarnya Shinichi Kudo) juga masih tetap kelas 1 SD.



Senin, 28 Maret 2011

Willy Wonka and his healthy teeth

Remember Willy Wonka ? Tokoh utama di cerita The Chocolate Factory. Johny Deep bermain dengan sangat excelent di film tersebut, membuat saya teringat dengan tokoh Edward The Scissorhand yang juga dibintangi oleh Johny Deep. Tiba-tiba saja saya teringat dengan Willy Wonka. Bukan karena Johny Deep yang memerankan tokoh tersebut. Tapi karena dia memiliki satu set gigi yang sangat terawat dengan baik. Sangat berkebalikan dengan keadaan saya sekarang. Mungkin salah satu sebab kenapa gigi Willy Wonka tetap sehat walaupun dia seorang pemilik pabrik coklat dan gula-gula adalah karena ayahnya seorang dokter gigi. Seperti halnya Willy Wonka, saya juga merasa ngeri setiap kali masuk ke dalam ruang praktek dokter gigi. Walaupun sudah berkali-kali saya menservis gigi yang cenderung tambal sulam ini. Pengalaman diperiksa dakter gigi dengan berbagai alat masuk ke dalam mulut membuat terasa mual.


Never too late, itu yang saya pedomani saat ini. Kebiasaan atau habit yang saya jalani mungkin salah satu hal penyebab kerusakan gigi. I won't blame to the dentist. Maka saya memutuskan mencari sebanyak mungkin tips dan informasi kesehatan gigi, termasuk makanan-makanan yang bisa mencegah gigi berlubang. Sepertinya coklat, permen dan es krim tidak termasuk di dalamnya ya ... (sayang sekali). Beberapa buah-buahan yang mengandung vitamin C ternyata bagus untuk gigi dan gusi seperti : stroberi, apel, kiwi. Sayur-sayuran segar yang mengandung vitamin A berguna untuk pembentukan email gigi. Yang paling mengejutkan saya adalah bawang putih. Bahkan disebutkan lebih bagus jika mengunyah bawang putih yang masih mentah. Saya penasaran apakah itu sebabnya vampir membenci bawang putih, karena vampir hanya mempunyai 2 gigi taring (haha, just kidding). Teh hijau mempunyai kandungan antioksidan yang dapat membantu mencegah gigi berlubang. Air membantu membersihkan dan mengangkat partikel-partikel sisa makanan di dalam mulut. Susu dan yoghurt yang rendah gula memiliki tingkat keasaman yang tinggi dapat mencegah kerusakan gigi. Ternyata, kopi tidak termasuk dalam daftar makanan yang menyehatkan untuk gigi (ouuuhh).



Sushi bukan Suzis

Terinspirasi dari pengalaman makan sushi pertama kali, hasil bujukan salah seorang teman yang sangat menggemari makanan jepang. Respon pertama adalah kaget dengan rasanya. Bukan pertama kalinya saya makan makanan jepang, tapi makan makanan mentah dengan berbagai macam rasa di dalamnya, yes it's my first time. Saya tidak mau kapok untuk mencoba, karena saya tahu ketika orang lain mengatakan makanan itu enak ada alasannya. Walaupun selera kami berbeda, tapi setidaknya saya harus tahu, apa sih yang membuat sushi ini begitu digemari masyarakat Indonesia. Bukan rahasia lagi, kebanyakan restoran makanan jepang di Indonesia, sudah menyesuaikan rasa masakannya dengan lidah Indonesia. Tidak terbayangkan bagaimana rasa sushi di negara aslinya, hehe. Sebelum saya memenuhi janji saya untuk mencoba sushi lagi (but i cannot keep my promise for the raw fish), saya berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang sushi.

Ini nih hasil googling-an sumber wikipedia :

Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di Asia Tenggara. Istilah sushiberasal dari bentuk tata bahasa kuno yang tidak lagi dipergunakan dalam konteks lain; secara harfiah, "sushi" berarti "itu (berasa) masam".



Sampai tahun 1970-an sushi masih merupakan makanan mewah. Rakyat biasa di Jepang hanya makan sushi untuk merayakan acara-acara khusus, dan terbatas pada sushi pesan-antar. Dalam manga, sering digambarkan pegawai kantor yang pulang tengah malam ke rumah dalam keadaan mabuk. Oleh-oleh yang dibawa untuk menyogok istri yang menunggu di rumah adalah sushi. Walaupun rumah makan kaitenzushi yang pertama sudah dibuka tahun 1958 di Osaka, penyebarannya ke daerah-daerah lain di Jepang memakan waktu lama. Makan sushi sebagai acara seluruh anggota keluarga terwujud di tahun 1980-an sejalan dengan makin meluasnya kaitenzushi (restoran sushi di Jepang). Keberhasilan kaitenzushi mendorong perusahaan makanan untuk memperkenalkan berbagai macam bumbu sushi instan yang memudahkan ibu rumah tangga membuat sushi di rumah. chirashizushi atau temakizushi dapat dibuat dengan bumbu instan ditambah nasi, makanan laut, tamagoyaki dan nori.
  
Ahli sushi pada umumnya adalah pria, dan wanita hampir tidak pernah diberi kesempatan. Di restoran sushi, jenis kelamin laki-laki adalah syarat tidak tertulis untuk menjadi ahli sushi. Tradisi ini berasal dari tradisi kuno Jepang yang menempatkan laki-laki pada kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Walaupun demikian, alasan yang lebih masuk akal adalah suhu tubuh pria yang umumnya lebih rendah dari suhu tubuh wanita. Perubahan fisiologis setiap bulan yang dialami wanita menyebabkan wanita tidak sesuai untuk memegang makanan laut mentah yang rasa dan warnanya mudah dipengaruhi suhu tubuh orang yang memegang.
  
Sushi merupakan makanan dari nasi dan makanan laut mentah yang mudah busuk. Makanan ini dibentuk dengan tangan yang tidak mengenakan sarung tangan. Menempelnya berbagai macam mikroba pada sushi adalah sulit untuk dihindari. Sushi yang dibeli untuk dibawa pulang di musim panas atau di negara beriklim tropis harus segera dimakan agar tidak menyebabkan sakit perut. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, memegang-megang makanan dengan tangan telanjang dianggap tidak higienis. Pembuat sushi diharuskan memakai sarung tangan dari karet atau plastik. Sebaliknya, orang Jepang kehilangan selera bila melihat pembuat sushi sedang membuat sushi sambil mengenakan sarung tangan. Walaupun demikian, sushi di toko-toko swalayan di Jepang umumnya dibuat dengan memakai sarung tangan.

Terlepas dari pro dan kontranya memakan makanan (ikan) mentah yang berpengaruh pada kesehatan. Menurut saya memakan sushi ini sudah seperti budaya turun temurun dalam masyarakat Jepang. Kalau di Indonesia mungkin seperti hidangan opor dan ketupat saat hari raya, atau nasi kuning untuk selamatan. Semua itu lebih pada nilai dan esensi yang dihasilkan, dibandingkan rasa dan higienitas, karena saya percaya beberapa makanan khas Indonesia yang melalui beberapa kali proses memasak (contoh : gulai) juga tidak baik untuk kesehatan akibat dari lemak jenuh yang dihasilkan.

Sabtu, 26 Maret 2011

Agatha Cristie vs Sidney Sheldon

Agatha Cristie dan Sidney Sheldon adalah dua penulis novel fiksi jempolan. Beberapa buku karya mereka juga sudah diangkat ke layar lebar. Pertama kali saya berkenalan dengan buku-buku karangan Agatha Cristie dan Sidney Sheldon saat masih SMA. Sejak saat itu saya mulai tergila-gila dengan novel bergenre misteri pembunuhan. Salah satu tokoh detektif favorit saya adalah Mr. Hercule Poirot. Si detektif swasta mantan polisi Belgia, dengan gambaran fisik kepala bulat telur (lonjong) dan kumis melengkung yang tertata rapi. Walaupun sering dikira sebagai orang Perancis karena bahasa perancisnya yang sangat lancar, sebenarnya Hercule Poirot lebih berjiwa Inggris dibandingkan yang dikira banyak orang tentangnya. Biasanya Hercule Poirot diceritakan bahu membahu bersama pelayannya George yang keturunan Inggris tulen, jika kejadian pembunuhan terjadi di kota London.

Membaca buku-buku Agatha Cristie dengan beberapa tokoh andalannya seperti Miss Marple , Mr. Harlequin dan Hercule Poirot seperti ikut terjun di dalam kasus pembunuhan itu sendiri. Biasanya setiap penulis selalu memiliki gaya penulisan yang khas, bahkan dalam pengembangan plot cerita buku-buku Agatha Cristie memiliki pola yang hampir sama. Kasus pembunuhan biasanya terjadi dalam suatu keluarga atau di suatu masyarakat di desa kecil. Karena pekerjaan pahlawan dalam buku tersebut adalah detektif swasta, kasus-kasus yang ditangani bukanlah kasus-kasus besar yang biasa ditangani kepolisian Inggris Scotland Yard. Salah satu keunikan dalam pengembangan karakter Hercule Poirot adalah pendekatan yang digunakan Agatha Cristie untuk memunculkan karakter detektif yang lebih banyak menggunakan dasar motif untuk membunuh dibandingkan bukti di tempat kejadian perkara untuk menyelesaikan setiap kasus. Kebiasaan Hercule Poirot ketika memulai penyelidikan adalah dengan mewawancarai setiap orang yang berpotensi menjadi tersangka dan kemudian berpikir dan berpikir sampai dia menemukan jawabannya. Hebatnya sulit untuk bisa menebak pelaku pembunuhan dengan benar, karena Agatha Cristie sangat pandai menyembunyikan fakta dalam cerita, dan menjadikan semua tokoh dalam cerita memiliki motif dan peluang yang sama untuk menjadi pelaku pembunuhan. Dari sekian banyak buku Agatha Cristie yang pernah saya baca, baru 2 kali saya bisa menebak dengan benar si pelaku (cluenya adalah : cari tokoh yang paling tidak memiliki motif dan peluang untuk membunuh).

Lain halnya dengan Sidney Sheldon. Walaupun buku-buku Sidney Sheldon juga bercerita tentang misteri, namun lebih banyak cerita kehidupan yang dikisahkan di dalamnya. Dan biasanya buku-buku Sidney Sheldon memiliki tema atau latar belakang tertentu dan berbeda-beda antara satu buku dengan buku lainnya. Walaupun begitu kebanyakan bercerita tentang kekuasaan dan keserakahan manusia. Salah satu kekhasan dalam cerita karya Sidney Sheldon adalah tokoh utama dalam kebanyakan ceritanya adalah perempuan. Perempuan yang digambarkan Sidney Sheldon adalah perempuan yang tangguh, keras, dan pantang menyerah akibat kekejaman lelaki. Bahkan sebelumnya saya sempat mengira Sidney Sheldon itu juga wanita (hehehe). Ketajaman Sidney Sheldon dalam membangun karakter setiap tokoh dan detail di dalam cerita patut diacungi jempol. Salah satu bukunya Tell Me Your Dreams, bercerita tentang seorang wanita yang berkepribadian tiga, akibat dari perlakuan buruk (pelecehan seksual) oleh ayah kandungnya. Pembunuhan demi pembunuhan terjadi dan jejaknya mengarah kepada si wanita. Tapi tak semenit pun si wanita ini menyadari perbuatannya, karena setiap kali dia membunuh kepribadiannya yang lain yang mengambil alih. Sidney Sheldon sangat piawai dalam menyusun detail tentang hal-hal yang berbau kedokteran dan penyakit kejiwaan.

Tiba-tiba saya teringat dengan kedua penulis ini, setelah saya mulai kembali membaca novel misteri pembunuhan karangan Charlaine Harris. Seperti menemukan kembali cinta pertama, karena buku-buku tersebut yang pertama kali membuat saya jatuh cinta dengan novel fiksi.

Rabu, 23 Maret 2011

Jennifer Johnson is sick of being single

Penulis         : Heather Mcelhatton
Penerbit       : Gagas Media

  
Tolong dicatat saya bukan sedang curhat disini, hehehe ;)) Walaupun judul bukunya sedikit menyerempet dengan perasaan saya saat ini (aarrgggghhh ...). Sesuai judul, tokoh utamanya adalah Jennifer Johnson, jadi cerita ini mengisahkan tentang apa yang dipikirkan, dirasakan dan pilihan-pilihan yang diambil oleh Jennifer Johnson.

Salah satu kutipan yang paling saya suka di resensi buku aslinya adalah 'Bagaimana sih caranya kau bisa memutuskan jatuh cinta pada seseorang, sementara kau tak pernah bisa menjamin pria itu tidak akan mematahkan hatimu dalam waktu dekat?!'. Hahaha, no one knows, and i'm also clueless for love matters.