
Inheritance Cycle atau Siklus Warisan terdiri atas 4 buku yang berjudul Eragon, Eldest, Brisingr dan Inheritance. Yang menarik dari keempat buku/novel dari karya Christopher Paolini tersebut adalah cover-nya yang selalu menampilkan gambar naga dengan warna yang berbeda-beda. Setelah menyelesaikan keempat buku Siklus Warisan tersebut, saya baru menyadari kalau gambar naga pertama dalam buku Eragon adalah Saphira, gambar naga kedua dalam buku Eldest adalah Thorn, gambar naga ketiga dalam buku Brisingr adalah Glaedr, dan gambar naga keempat dalam buku Inheritance adalah tokoh naga bernama Fenir. Bisa dikatakan bahwa Siklus Warisan adalah buku yang bercerita tentang naga dan penunggangnya (sebagian besar). Awalnya saya pikir Christopher Paolini banyak mendapat pengaruh dari kisah Lord of The Ring karya Tolkien, namun setelah saya membaca The Earthsea Cycle karya Ursula K. Le Guin, baru saya tahu bahwa gambaran dunia Alagaesia yang diciptakan oleh Christopher Paolini banyak mengadaptasi dunia Earthsea milik Ursula K. Le Guin. Meskipun demikian cerita-cerita peperangan yang digambarkan pada buku Siklus Warisan setelah Eragon (Eldest, Brisingr dan Inheritance) tidak bisa dipungkiri memiliki banyak kesamaan dengan peperangan pada kisah Lord of The Ring. Membutuhkan waktu 12 tahun Siklus Warisan ini diselesaikan dengan penyelesaian akhir (Inheritance) yang saya anggap lebih baik dan lebih memicu adrenalin dibandingkan akhir cerita yang ditulis oleh J.K. Rowling dalam Harry Potter The Deathly Hallows. Padahal keduanya berada pada segmentasi yang sama yaitu novel remaja.